ibnjaldun.com

Kisah Pahit Masa Lalu Mpok Atiek yang Bikin Nangis

Mpok Atiek menceritakan masa lalunya yang pilu dan pahit. Mpok Atiek berurai air mata mengenang masa lalu (Foto: instagram.com/mpok.atiek)

Jakarta, News - Mpok Atiek salah satu komedian wanita yang masih bertahan sampai saat ini. Mpok Atiek masih eksis di tengah maraknya komedian muda. Mpok Atiek pun selalu berpembawaan ceria. Namun, siapa sangka di balik sikapnya yang ceria dan lucu, tersimpan kisah masa lalu yang pahit dan menyedihkan.

Mpok Atiek mengaku mengawali kariernya dari nol. Tak hanya itu, Mpok Atiek juga bukan datang dari kalangan berada, sehingga ia harus ke lokasi syuting dengan menaiki kendaraan umum. Namun, dikatakan Mpok Atiek dirinya tak punya uang untuk ongkos bus sehingga tak jarang disuruh turun dari bus kota.

"Jadi setiap nyetop bus, emak enggak punya uang. Jadi kalau berhentiin bus, kondekturnya turun, emak tanya, 'bang boleh numpang enggak'. Kalau boleh emak naik karena pasti enggak ditagih di atas," ujar Mpok Atiek saat ditemui di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (21/9).

ADVERTISEMENT

Biasanya Mpok Atiek menumpang bus dari daerah Perdatam sampai di depan gedung DPR/MPR. 

"Dari DPR/MPR emak jalan kaki sampai ke TVRI," ujarnya.


Yang bikin miris, kata Mpok Atiek, terkadang pun ia kelaparan karena tak punya uang untuk makan saat latihan di TVRI.

"Saat latihan, ada break makan. orang-orang ke kantin. Emak enggak mungkin nungguin di ruangan. Emak ikut ke kantin," ujarnya sambil berlinang air mata.

Mpok Atiek dan kisah masa lalunya yang bikin menangisMpok Atiek dan kisah masa lalunya yang bikin menangis/ Foto: Edi Santoso


Ia berharap ada orang yang baik hati dan menawarkannya untuk makan, tetapi sayangnya tak ada yang mengajaknya makan.


"Berharap ada teman yang mau traktir karena emak memang lapar tapi enggak punya uang, tapi kenyataannya enggak ada yang traktir. Jadi saat itu emak....," ujarnya tak sanggup meneruskan kata-kata karena berurai air mata.

"Jadi dalam keadaan lapar, cuma minta minum, minum lagi. Ternyata, minum itu tak menghilangkan lapar. Perut emak malah kembung," tambahnya.

Sama sekali tak memegang uang, Mpok Atiek pun tak gengsi untuk bertanya kepada temannya agar diberi tumpangan.

"Kalau dia bilang mau pulang ke Manggarai,  'aku ikut deh sampai Pancoran'. Dari Pancoran aku jalan, rumah aku saat itu di belakang Perdatam, jauh banget," ujarnya.

Meski sulit, Mpok Atiek tak pernah putus asa dan menyerah dengan keadaan. Mpok Atiek terus berjuang untuk memperbaiki kehidupannya. 

"Emak anggap itu sebagai suatu perjuangan. Emak menjalani itu enggak cuma sehari, dua hari, enggak sebulan, dua bulan, tapi tahunan. Sampai seperti sekarang ini yang kalian lihat. Berkat kegigihan, keuletan dan keyakinan ternyata bisa tercapai," ujarnya sambil menangis.

(fik/fik)

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat