ibnjaldun.com

5 Fakta Kasus Ketua Osis di Klaten Meninggal usai Diceburkan ke Kolam Saat Ultah

Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB) 5 Fakta Kasus Ketua Osis di Klaten Meninggal usai Diceburkan ke Kolam Saat Ultah / Foto: Simulasi penanganan kecelakaan di Sungai Luworo yang dilakukan usai peresmian Jembatan Luworo, Pilang Kenceng, Kabupaten Madiun (dok BNPB)

  • 1. Korban Diceburkan ke Kolam Karena Ulang Tahun.
  • 2. Sempat Kram Sebelum Kesetrum di Dalam Kolam
  • 3. Alami Sesak Napas hingga Dibawa ke RS
  • 4. Keluarga Tidak Melapor
  • 5. Polisi Tetap Lakukan Penyelidikan
Jakarta, News -

Publik dihebohkan dengan kabar seorang ketua OSIS SMAN 1 Cawas, Klaten yang meninggal dunia karena tersengat listrik usai diceburkan ke kolam renang di hari ulang tahunnya.

Padahal saat meninggal dunia, mendiang berinisial FN ini sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-18.

Kemudian ada beberapa fakta-fakta yang diduga menjadi penyebab lain sang ketua OSIS meninggal dunia. Apa sajakah itu?

ADVERTISEMENT

1. Korban Diceburkan ke Kolam Karena Ulang Tahun.

AKP Iptu Umar Mustofa selaku Kapolsek Cawas menjelaskan bahwa para siswa awalnya sedang rapat untuk untuk mencari sponsor terkait kegiatan lomba peningkatan minat serta bakat.

Kemudian karena korban sedang berulang tahun, semua berencana untuk merayakannya dengan melumuri tepung dan menceburkannya ke dalam sekolah.

"Setelah selesai salat makan, setelah itu korban dikasih tepung. kemudian dari teman-temannya kurang lebih tiga orang megang korban dan diceburkan ke kolam yang ada di sekolah," jelas Iptu Umar Mustofa dikutip dari detikjateng.

2. Sempat Kram Sebelum Kesetrum di Dalam Kolam

Sayangnya belum sempat naik, korban mengaku kakinya kram. Saat teman-temannya berusaha untuk menolong, terkuak bahwa kolam tersebut teraliri listrk.

"Korban berusaha untuk naik, bilang kram. Namun ternyata saat temannya mencebur untuk menolong, ternyata ada sengatan listrik di air," ungkap Umar.


3. Alami Sesak Napas hingga Dibawa ke RS

Korban mengaku sempat mengalami sesak napas hingga dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

Padahal saat itu, teman-temannya berusaha untuk menolong korban.

"Kita sudah klarifikasi ke beberapa saksi yang ada dan juga salah satu teman korban yang menolong dan saat ini masih di RS,"

4. Keluarga Tidak Melapor

Keluarga korban disebut tidak melaporkan sama sekali soal kasus meninggalnya sang putra lantaran menganggap hal tersebut adalah musibah.

"Kami minta keterangan, orang tua kandungnya tidak membuat laporan dengan meninggalnya korban dianggap musibah," terang Umar.

5. Polisi Tetap Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian Ketua OSIS SMAN 1 Cawas itu meskipun keluarga tidak melakukan laporan apapun.

"Kami dari pihak kepolisian kesulitan melanjutkan proses karena tidak ada laporan keluarga korban. Tapi kami masih melakukan klarifikasi terhadap beberapa orang yang ada di lokasi," tambah Umar.

(nap/dia)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat