ibnjaldun.com

Bacaan yang Dianjurkan untuk Dibaca pada Malam Satu Suro

11 Weton Tulang Wangi, Konon Disukai Makhluk Gaib Bacaan yang Dianjurkan untuk Dibaca pada Malam Satu Suro/Foto: Freepik

Jakarta, News -

Malam Satu Suro merupakan malam sakral yang memiliki nilai spiritual dan kebudayaan bagi masyarakat Jawa.

Sura atau Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan kalender Jawa.

Pada Malam Satu Suro, ada berbagai tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Jawa, salah satunya berdoa.

ADVERTISEMENT

Dalam tesis Akulturasi Budaya Jawa dan Islam: Kajian Budaya Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta Hadiningrat Masa Pemerintahan Paku Buwono XII karya Dian Uswatina, digelar kegiatan merenung (tafakur), mendekatkan diri (taqarrub), dan bersyukur kepada Allah SWT di Masjid Pujasana, Keraton Surakarta, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada Malam Satu Suro.

Tak sedikit tradisi Malam Satu Suro yang didasarkan pada ketenangan batin dan keselamatan.

Oleh karena itu, masyarakat Jawa melakukan pembacaan doa untuk mengharapkan berkah dari Yang Maha Kuasa dan menangkal datangnya bahaya, seperti dilansir dari laman Indonesia Kaya pada Senin (24/6).

Bacaan Doa Malam Satu Suro

Pada Malam Satu Suro, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca.


Bagi umat Muslim, khususnya, dianjurkan untuk membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun.

Berikut ini adalah doa akhir tahun yang dibaca pada Malam Satu Suro.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Arab-latin: Allaahumma maa 'amiltu min 'amalin fî haadzihis sanati maa nahaitanii 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fiihaa 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alaa 'uquubatii, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jaraa'atii 'alaa ma'shiyatik. Fa innii astaghfiruka, faghfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimmaa tardhaa, wa wa'attanî 'alaihits tsawaaba, fa'as'aluka an tataqabbala minnii wa laa taqtha' rajaa'î minka yaa kariim.

Artinya: "Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."


Adapun doa awal tahun yang dibaca pada Malam Satu Suro sebagai berikut.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِه، وَالعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ

Arab-latin: Allaahumma antal abadiyyul qadiimul awwal. Wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa kariimi juudikal mu'awwal. Haadzaa 'aamun jadiidun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fiihi minas syaithaani wa auliyaa'ih, wal 'auna 'alaa haadzihin nafsil ammaarati bis suu'I, wal isytighaala bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa, yaa dzal jalaali wal ikraam.

Artinya: "Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini."

(Nastiti Swasiwi Nurfiranti/naa)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat