ibnjaldun.com

Begini Pandangan Media Siber Indonesia tentang RUU Penyiaran

Begini Pandangan Media Siber Indonesia tentang RUU Penyiaran Begini Pandangan Media Siber Indonesia tentang RUU Penyiaran/Foto: Agustin Dwi Anandawati

Jakarta, News -

AMSI atau Asosiasi Media Siber Indonesia menggelar diskusi bersama bertajuk RUU Penyiaran: Langkah Mundur dalam Eksosistem Siber di Indonesia.

Acara yang digelar di Menteng, Jakarta Pusat itu membahas tentang penolakan isi draf RUU Penyiaran yang mengatur jurnalisme lantaran dinilai bersinggungan dengan Undang-undang Pers.

"Silakan mau revisi penyiaran, tapi jangan mengatur pers. Kalau untuk penguatan lembaga KPI, silakan. Kalau penguatan ekosistem digital itu memang dibutuhkan undang-undang mengenai ekosistem digital," papar Wahyu Dhyatmika, Ketua Umum AMSI, pada Kamis (4/7).

ADVERTISEMENT

"Kecuali pers kita direvisi, maka harusnya tidak perlu ada kekhawatiran, karena presiden pelaksana undang-undang. Jadi kalau memang ada upaya mengubah Undang-Undang Pers, di situ kita wajar merasa khawatir. Kalau tidak ada upaya itu kita yakin media kita akan terus berkembang," lanjutnya.

Wenseslaus Manggut Chief Content Officer Kapan Lagi Youniverse menambahkan RUU Penyiaran seharusnya berpedoman pada filosofi dari revisinya sendiri.

"Level of playing field yang sama adalah apakah regulasi yang general itu berlaku untuk semua. Apakah regulasi periklanan itu mengikat publisher, teman-teman televisi, juga mengikat teman-teman platform," ucapnya.

"Apakah ada larangan yang sama di platform. Karena kalau di platform boleh orang sambil merokok. Apakah televisi atau publisher yang dilarang atau dibatasi Undang-Undang Pornografi, teman-teman platform juga tunduk dengan regulasi yang sama. Nah itu kan aturan yang bersifat umum, bukan aturan spesialis yang mengatur Undang-Undang Pers. Apakah teman-teman pers yang tunduk pada Undang-Undang Perlindungan Data, platform juga tunduk undang-undang yang sama," beber Wenseslaus.


(agn/ikh)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat