ibnjaldun.com

Viral Percobaan Bunuh Diri Ibu & Anak di Rel Kereta, Ini Kata Psikolog soal Baby Blues

Ilustrasi baby blues Percobaan Bunuh Diri Ibu & Anak di Peron KRL, Ini Kata Psikolog soal Baby Blues (Foto: Getty Images/iStockphoto/staticnak1983)

Jakarta, News -

Belum lama ini, viral di media sosial seorang ibu hendak melakukan percobaan bunuh diri di peron KRL stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Aksi sang ibu berhasil dihentikan oleh petugas KRL bernama Suharlan dan Ali Sopian.

Suharlan yang sudah melihat gerak-gerik sang ibu yang mencurigakan, langsung menghubungi Ali Sopian.

ADVERTISEMENT

"Pada saat kita mobile di peron, stand by, tiba-tiba ada ibu-ibu yang berjalan ke ujung (peron), anaknya digendong, dia berdiri terlalu di bibir peron, karena di sana ada garis aman," kata Suharlan dalam tayangan FYP Trans7 pada Jumat (8/9).

Setelah Ali menghampirinya, ibu tersebut mengaku ingin bunuh diri dengan anaknya yang berada dalam gendongan.

"Spontan ibu itu langsung menjawab, ingin bunuh diri, di situ saya reflek menenangkan si ibu dan mengamankan si ibu dengan anaknya," ujar Ali.

Melihat peristiwa tersebut, psikolog Sani Budiantini Hermawan menyebut sang ibu mungkin saja mengalami baby blues syndrome.

"Tanda-tandanya sendiri biasanya ada kebingungan, tidak terima, ada kesedihan, diiringi stres dan depresi. Ada perilaku tertentu, tidak mau makan, tidak mau lihat bayinya, menarik diri, kalau kita lihat ada gangguan emosi, bisa saja ibu itu mengalami baby blues," kata Sani Budiantini Hermawan.


Sani Budiantini Hermawan lebih lanjut menjelaskan solusi untuk keluarga apabila ada seorang ibu yang mengalami baby blues.

"Harus ada penanganan serius, pendampingan, jangan sampai berulang kembali. Harus kita libatkan dari keluarga, baik suami atau keluarga terdekat," tuturnya.

Saksikan informasi selengkapnya dalam Insert Investigasi hari ini, Minggu (10/9) pukul 15.00 WIB.

(KHS/KHS)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat