ibnjaldun.com

Alasan Pendeta Australia Putuskan Mualaf usai Mengabdi di Gereja 45 Tahun

Ilustrasi Mualaf Alasan Pendeta Australia Putuskan Mualaf usai Mengabdi di Gereja 45 Tahun/Foto: Unsplash

Jakarta, News -

Seorang pendeta asal Australia bernama Gould David memutuskan untuk menjadi seorang mualaf.

Keputusan itu diambil setelah ia melayani dan memimpin umat di gereja selama 45 tahun.

David yang lahir sebagai umat Kristen Ortodoks kini resmi menganut Islam.

ADVERTISEMENT

Melansir Tribal News Network atau TNN, David awalnya pergi ke Perth untuk hadir di pemakaman saudara iparnya. Ia lalu memesan hotel yang jaraknya 150 meter dari masjid utama Perth.

Saat lewat di depannya, ia merasa ada dorongan aneh hingga membuatnya mengunjungi masjid tersebut.

Di sana David lalu bertemu dengan seorang imam dan memberinya hadiah berupa Al-Qur'an. Kitab suci umat Muslim itu pun disimpan David selama bertahun-tahun.

"Selama bertahun-tahun saya menyimpan Al-Qur'an di rak buku saya, hampir tidak menyentuhnya," kata David dalam wawancara di The Deen Show.

David pun lalu kembali ke hotel di Perth itu dan memohon untuk diberikan petunjuk soal kebenaran agama.


"Tapi kali ini, saya kembali ke hotel dan berlutut, memohon kepada Tuhan untuk menunjukkan kebenaran mutlak kepada saya. Apakah Islam benar atau tidak, apakah Kristen benar atau salah, apakah Kristen Ortodoks benar atau salah. Saya berdoa beberapa saat sambil berlutut," kata David yang berganti nama menjadi Abdul Rahman usai mualaf itu.

"Saya menyadari secara intuitif, intelektual dan emosional dan spiritual bahwa ini adalah firman Tuhan yang sebenarnya," sambungnya.

(agn/fik)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat