ibnjaldun.com

Ini Wajah Orang Kaya dan Miskin Menurut Riset

A young entrepreneur boy businessman is dressed in business attire and is working hard on his business while earnings in US currency are raining from the sky. He loves earning money from his new business and saving his money in the bank. Ini Wajah Orang Kaya dan Miskin Menurut Riset / Foto: iStock

Jakarta, News -

Perbedaan orang kaya dan miskin rupanya bisa dilihat melalui wajah. Berdasarkan studi yang dipublikasikan di Jurnal of Personality and Social Psychology tahun 2018, status ekonomi dan kelas sosial seseorang dapat dilihat dari raut wajahnya.

"Hubungan antara kekayaan dan kelas sosial sudah banyak dibahas dalam penelitian terdahulu. Namun, studi ini menemukan bahwa perbedaan kekayaan seseorang bisa tercermin dari wajah setiap orang," kata R-Thora Bjornsdottir, peneliti studi tersebut, dilansir dari CNBC Make It.

Lebih Banyak Uang, Lebih Bahagia?

ADVERTISEMENT

Masih dari studi yang sama, secara umum orang yang memiliki uang banyak cenderung lebih bahagia dan tidak cemas jika dibandingkan dengan orang-orang yang harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar.

Penelitian University of GlasgowPenelitian University of Glasgow/ Foto: Dok. University of Glasgow

Dalam studi tersebut, para peneliti memilih subjek foto hitam putih dengan ekspresi netral dan tidak menggunakan aksesoris apapun yang terdiri dari 80 foto pria dan foto wanita.

50 persen orang pada foto itu adalah sosok dengan status masyarakat kelas atas, sedangkan 50 persen lainnya adalah kelas pekerja.

Foto-foto tersebut lalu ditunjukkan pada orang lain. Mereka diminta menebak kelas sosial dari masing-masing orang.

Hasil pun menunjukkan bahwa 68 persen bisa menjawab dengan benar.


"Ketika ditanya bagaimana caranya, mereka tidak tahu. Mereka tidak menyadari bagaimana mereka bisa menebaknya dengan benar," ujar Bjornsdottir.

Para peneliti lalu melakukan studi lebih lanjut dengan memperbesar fitur wajah. Hasilnya, subjek masih dapat menebak dengan benar ketika mereka hanya melihat mata dan mulut.

Para peneliti mengambil kesimpulan bahwa hal ini kemungkinan terjadi karena pola emosi dapat terlihat di wajah seseorang dari waktu ke waktu.

"Seiring waktu, wajah Anda secara permanen mencerminkan dan mengungkapkan pengalaman Anda. Bahkan ketika kita berpikir kita tidak mengekspresikan sesuatu, ekspresi emosi itu masih ada di sana," ungkap salah satu peneliti lainnya, Nicholas O. Rule.

Namun, fakta bahwa banyak orang bisa menebak status sosial seseorang hanya dari wajah dapat membawa konsekuensi negatif, terutama terkait bias dan penilaian.

"Persepsi berbasis wajah tentang kelas sosial mungkin memiliki konsekuensi yang penting... Kita tahu ada yang disebut siklus kemiskinan dan ini berpotensi menjadi salah satu kontributornya," kata Rule.

(kpr/kpr)
Tonton juga video berikut:

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat